Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak

Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak

Sudah sewajarnya bagi
anak balita untuk memiliki banyak pertanyaan. Ketika itu rasa ingin tahunya seolah tidak pernah terpuaskan. Setiap hari ada saja ini dan itu yang dia tanyakan. Konon di sebuah brosur yang saya baca mengenai perkembangan anak hal itu justru baik, dan tugas orang tualah untuk memberikan anaknya pemahaman mengenai dunia yang ada di sekitarnya. Karena jika tidak sang anak akan mencari jawaban sendiri, dan bisa jadi dia mendapatkan banyak informasi yang salah. Pada masa-masa anak banyak bertanya itu orang tua harus banyak membimbingnya.

Idealnya memang begitu, tapi seringkali kami sebagai orang tua merasa kesulitan juga mencarikan jawaban dari setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh anak kami. Usianya sudah empat tahun sekarang, dan saya maupun ibunya selalu saja terkejut dengan pertanyaan-pertanyaannya. Suatu hari dia pernah bertanya mengapa mata ada dua; mengapa perempuan pipisnya tidak berdiri; apa itu Tuhan; dimanakah letaknya surga dan neraka, dan apakah kita bisa melihatnya; dan seterusnya.


Kami tidak mungkin menjawab tidak tahu, karena kalau kami menjawab seperti itu saya khawatir dia tidak percaya lagi pada kami dan tidak mau bertanya apa-apa lagi. Tapi menurut brosur yang saya baca juga kami tidak boleh berbohong padanya. Karena kejujuran adalah bagian yang terpenting dalam pendidikan anak balita. Jadinya kami berusaha keras untuk menjawabnya sebisa mungkin. Kadang kala kami jadi membuka ensiklopedia bersama atau browsing di internet bersama untuk mencari jawabannya. Dengan begitu setidaknya anak kami cukup terpuaskan untuk mendapatkan jawaban. Meskipun saya sendiri yakin masih banyak lagi yang ingin dia ketahui.

0 Response to "Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan Anak"

Posting Komentar